Wednesday, December 18, 2013

Tentang Memakai Tabi

Muso Jikiden Eishin ryu Iaijutsu awal mulanya hanya diajarkan di kalangan keluarga Yamauchi, keluarga daimyo Tosa clan, di pulau Shikoku, Jepang. Yamauchi Yodo (Toyoshige, 1827-1872) kakek Yamauchi Toyotake, Grand Master ke 18 adalah daimyo terakhir provinsi Tosa, sudah belajar iaijutsu dari usia yang sangat muda.

Pada waktu itu, masih ada 4 status sosial yang berbeda, shi-nou-kou-sho (samurai, farmer, artisan dan merchant yang derajatnya sesuai dengan urutan yang disebut diatas). Di Tosa, samurai dibagi dalam kelas atas dan kelas bawah, joshi dan goshi. Salah satu samurai terkenal Ryoma Sakamoto yang berasal dari Tosa juga masuk dalam kelas goshi (kelas bawah).

Perbedaan antara joshi dan goshi diatur dalam peraturan yang sangat ketat; sebagai contoh, joshi boleh memakai payung saat hujan, tetapi goshi dilarang. Joshi diperbolehkan memakai tabi, tetapi goshi dilarang.



Karena waktu itu Muso Jikiden Eishin ryu hanya diajarkan di kalangan keluarga daimyo yang tentu saja merupakan golongan samurai kelas atas (joshi), maka latihan iaijutsu dengan mengenakan tabi adalah hal yang biasa.

Tradisi memakai tabi ini terus dilestarikan di dalam Komei Juku Muso Jikiden Eishin ryu Iaijutsu yang memang memiliki lineage ke Yamauchi (keluarga daimyo provinsi Tosa).

Namun dalam aplikasinya di zaman modern ini, memakai tabi putih bukan untuk membedakan status sosial kita dengan praktisi pedang lainnya, melainkan untuk lebih memudahkan bagi sensei untuk melihat dan mengkoreksi kaki murid jika mengenakan tabi berwarna putih.

Klik disini untuk beli/pesan tabi 100% original made in Japan.

No comments:

Post a Comment